| Id-Pocketpc, Eksistensinya Diakui Microsoft |
| Sabtu, 11 Oktober 2008 12:44 |
KALAU ada komunitas IT lokal yang punya akses global, maka ID-Pocketpc satu di antaranya. Setidaknya, komunitas penggemar perangkat ini terdaftar di situs resmi Microsoft. Jumlah anggotanya termasuk besar sekitar 5.000 orang (bahkan pernah mencapai anggota 6.000 pada 2002-2004).Lalu lintas posting termasuk padat, sekitar 200-500 per bulannya. ”Bahkan, ada kawan yang berdomisili di negara lain, seperti India dan Amerika Serikat. Tak jarang posting yang masuk dalam Bahasa Inggris,” ujar Rudy Ariyanto, salah satu pendiri dan admin ID-Pocketpc. Menurut Rudy, perkumpulan ini berdiri pada 21 Juli 2000. Berangkat dari kegelisahan para gadget freak, seperti dirinya, Saputra Judiwidjaja, Ryan Boedi, dan beberapa nama lagi karena tak adanya informasi yang memuaskan, terutama dari vendor mengenai peralatan yang mereka pakai. Setelah berapa kali pertemuan informal sambil makan siang bersama, akhirnya disepakati membentuk komunitas ini. Ternyata reaksinya luar biasa. Para pengguna PDA bergabung. Juga gadget lainnya. Hal yang biasa bila gadget freak ikut lebih dari satu komunitas IT. Untuk Id-Pocketpc ini yang masuk bukan saja dari penggunanya, namun juga perwakilan vendor, microsoft, dan lain-lain. Secara kualitas, komunikasi yang terjalin menjadi meningkat. Menurut Rudy, peminat komunitas ini datang dari kalangan SMA hingga orang tua berusia 60 tahun. Namun, secara umum didominasi mereka yang bekerja di dunia bisnis. Anggota Diseleksi Untuk menjadi anggota saja dipending. Admin akan mencari tahu siapa yang ingin menjadi anggota. Langkah ini menurut Rudy, dilakukan untuk menangkal masuknya email spam yang biasanya gangguan bagi milis grup. Sudah masuk pun moderator mempunyai aturan main tak boleh menjual software bajakan. Ini terkait dengan adanya perwakilan vendor yang ikut memantau. ”Kalau ada yang berani melakukannya, kita banned,” tegas Rudy kepada ponsel di kediamannya, di kawasan Jakarta Selatan. Hal-hal yang dibicarakan dalam milis grup ini menyangkut teknis antara lain twieking, memaksimalkan penggunaan device, hingga perkembangan software. Misalnya, ada yang disebut Indovisi SMS. Adanya software ini memungkinkan para pemilik pocket PC bisa menarik SMS dari ponselnya. Pengguna PDA phone dapat melakukan messaging interface dengan menggunakan bahasa Indonesia. ”Yang menarik software ini benar-benar karya anak bangsa,” ujar Rudy lagi. Selain interaksi di dunia maya, Id-Pocketpc juga beberapa kali mengadakan gathering. Antusias mereka terhadap gadget membuat vendor mau ikut membiayai pertemuan akbar itu. Biasanya dalam gathering vendor bisa launching produk baru dan anggota komunitas bisa menjadi pemakai pertamai. Tentunya dengan harga khusus. Dalam gathering juga ada tutorial yang berkaitan dengan pocket pc. Gathering diadakan pada 2002 di Red Top, Pecenongan dan Hotel Mulia pada 2004. Setiap gathering bisa dihadiri 500 anggota. Koperasi Komunitas ini juga membentuk koperasi untuk keperluan anggotanya. Misalnya, membeli gadget dengan diskon. Biasanya dijual melalui acara gathering. Seperti lazimnya sebuah koperasi, peminat ditarik iuran anggota yang ditransfer melalui rekening. Sisa hasil usaha juga dinikmati oleh anggota per tahun. Namun, baru sekitar 100 hingga 200 orang yang ikut bergabung dalam koperasi. Bisnis pocket pc ini sangat beresiko. Sebab, harga barang umumnya fluktuatif. Sementara vendor tak suka sistem konsinyasi (titip barang). Mereka lebih suka beli putus. Padahal, harga barang ini Rp 5-10 juta, maka bisa membuat koperasi menanggung akibat buruk kalau tak cermat. Menurut Victor Herlianto, keberadaan koperasi pocket pc ini diperlukan sebab vendor dan perusahaan, seperti microsoft hanya bisa bernegosiasi dengan lembaga berbadan hukum. Sebab, kalau memberikan diskon sama artinya dengan revenue yang hilang, nah microsoft pusat mempermasalahkan kalau bukan dengan sesama lembaga hukum. ”Jadi tak bisa diberikan untuk orang seperti Victor,” cetusnya sambil bercanda. Menurut Victor, diskon yang diberikan bisa mencapai 10%. Hal ini cukup tinggi untuk penjualan hardware. Jadi anggota komunitas mendapatkan harga yang paling murah daripada beli di toko. Namun, diskon ini variatif. Ada juga vendor yang hanya memberikan souvenir. irvan sjafari |