Senin, 13 Desember 2010 - 08:41:09 WIB
Anya Dwinov Mendokumentasikan Hasil Chatting
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas
- Dibaca: 454 kali
Karena sudah banyak kalangan selebritis yang mempunyai BlackBerry, maka Anya Dwi Novita harus punya siasat agar tampil beda. Bukan karena ingin lebih dibanding orang lain. Sebab, kalau tidak, aktris yang lebih dikenal publik dengan nama Anya Dwinov ini kerap mengalami tertukar BlackBerry dengan teman-temannya yang juga sama-sama memakai BlackBerry Onyx berwarna putih.
"Kalau ada acara kan BlackBerry dikumpulkan di satu meja. Nah kalau sudah selesai suka ketukar. Oleh sebab itu BlackBerry saya dikasih stiker bermotif rumah-rumahan. Sementara kalau rekan saya Olga Lidya, motifnya boneka dan tunangan saya motifnya bendera Inggris,” tutur dara kelahiran Jakarta 10 November 1982 ini kepada ponsel beberapa waktu lalu.
Selain stiker agar orang bisa mengetahui bahwa BlackBerry itu kepunyaannya, maka Anya menambahkan foto diri di wallpapernya dan identitas diri seperti nama dan nomor ponsel manajernya. Kalau ponsel itu misalnya tertinggal, maka yang menemukan bisa langsung menghubungi manajernya. Sekalipun di-lock, ponsel itu maish bisa dibuka untuk menunjukkan identitas.
”Oktober lalu saya ada acara di Kementrian Koperasi dan UKM. BlackBerry saya ketinggalan. Untung ditemukan panitia. Karena begitu dia klik ada foto dan identitas saya, maka mereka mengingatkan saya bahwa ponsel saya ketinggalan dan mereka jagain,” ungkap Anya tentang BlackBerrynya.
Tiga Sekaligus
Untuk bertelekomunikasi Anya memakai tiga ponsel sekaligus dengan tiga provider berbeda: BlackBerry Onyx, BlackBerry Gemini, dan Nokia 9300. Menggunakan tiga operator agar kalau salah satu sinyalnya terganggu maka bisa menggunakan ponsel lain. Begitu juga bila keluarga atau menajemennya menghubungi. ”Tentunya ada yang line private, line umum, dan line untuk working,” imbuhnya lagi.
Seperti halnya pemakai BlackBerry lainnya, Anya menggunakan fitur BlackBerry Messenger. Ia mempunyai banyak teman chatting berdasarkan grup pekerjaan. Misalnya Grup Viva Dangdut atau Selamat Pagi Nusantara. Adanya Blackberry mengefisienkan komunikasi.
”Selain itu hasil chatting bisa didokumentasikan karena disimpan di email. Itu juga berguna untuk pembicaraan menyangkut kontrak kerja. Begitu juga perkawinan saudara, bisa didiskusikan melalui BBM tanpa harus rapat tatap muka. Coba bayangkan kalau itu terjadi 10 tahun lalu, pasti banyak makan waktu,” kata Anya.
Biaya komunikasi juga terpangkas. Kalau sebelum adanya BlackBerry untuk tiga ponsel bisa menghabiskan Rp 3 juta. Kini hanya Rp 1 juta paling banyak. Namun, untuk komunikasi Anya mengaku menggunakan pascabayar. Sebabnya, ia punya pengalaman buruk dengan prabayar. ”Nomor saya pernah hangus karena telat mengisi ulang, padahal masih ada pulsa Rp 500.000,” kenangnya. irv