Senin, 06 September 2010 - 08:27:15 WIB
Sony Ericsson Cedar VS Nokia E73 Mode, Sama-sama Generasi Penerus
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Compare - Dibaca: 4714 kali


VENDOR patungan Swedia-Jepang, Sony Ericsson, memperkenalkan Sony Ericsson Cedar dengan dukungan fitur akses jejaring sosial namun dengan material yang ramah lingkungan. Cedar adalah generasi penerus seri Green Heart setelah sebelumnya merilis Sony Ericsson Hazel, Elm, dan Aspen.

Meski secara model, Cedar tampak sederhana dengan bodi candybar berdimensi 111 x 49 x 15,5 mm dan berat 84 gram, namun gadget ini tak bisa diremehkan. Bodinya disesuaikan dengan lekuk tubuh manusia yang ergono­mis, ramping, dan nyaman digenggam.

Sony Ericsson Cedar dibuat dari kompo­sisi material ramah lingkungan seperti ba­han plastik daur ulang, e-manual, cat berba­sis air, dan charger rendah konsumsi listrik. Cedar, boleh dibilang, adalah jawaban Sony Ericsson sebagai vendor telekomunikasi atas isu pemanasan global.

Keunggulan lain yang coba ditawarkan Sony Ericsson Cedar adalah dukungan koneksi data dan akses internetnya yang mumpuni karena telah menyajikan sejum­lah jaringan berkualitas macam 3G HSDPA, GPRS, dan EDGE kelas 10. Sementara untuk transfer datanya, Cedar masih menggunakan perangkat Bluetooth v2.1 A2DP dan USB.

Dukungan layanan pesannya pun leng­kap, mulai dari pesan standar SMS dan MMS, email, push email, dan pesan instan. Sedangkan untuk warna, Cedar menawar­kan pilihan hitam-silver dan hitam-merah.

Jejaring Sosial
Hadirnya fitur Widget Manager 2.0, adalah salah satu fitur yang memudahkan peng­guna menuju fitur jejaring sosial karena bisa langsung diakses melalui home screen. Al­hasil, pengguna yang ingin update status via jejaring pertemanan favorit seperti Face­book, Twitter, dan My space bisa mengak­sesnya dengan segera.

Di fitur multimedia, Sony Ericsson Cedar dilengkapi kamera 2 megapiksel, resolusi 1.600 x 1.200 piksel yang cukup lumayan untuk digunakan berfoto. Kamera juga bisa dimanfaatkan untuk merekan video VGA hingga 30 fps.

Di sisi lain fitur audio juga hadir dalam pon­sel ini meliputi MP3/MP4 player, Radio FM, dan 3.5 mm audio jack. Selain itu, pengguna juga bisa mengunduh aplikasi pihak ketiga lewat dukungan Java yang terintegrasi.

Didukung dengan jenis baterai Li-Po 1000 mAh, Sony Ericsson Cedar diklaim mampu siaga hingga 420 jam (2G) dan 475 jam (3G), sedangkan untuk waktu bicara bisa dipakai hingga 12 jam 30 menit (2G) dan 5 jam (3G). Rencananya, ponsel ini akan diluncurkan pada Kuartal III 2010 dengan harga terjangkau.



Sang Pengekor
Jika ada ponsel yang kembali dirilis demi mengekor kesuksesan seri sebelumnya, bo­leh jadi Nokia E73 Mode adalah salah satu­nya. Pada Nokia E series terbaru ini sejum­lah fitur bisa disebut relatif sama dengan seri sebelumnya yakni Nokia E72 dengan perbe­daan sebatas tampilan tombol shortcut un­tuk home screen, kalender, phonebook, dan pesan yang dibuat lebih datar pada bagian depan.

Dengan tampilan candybar berkeypad Qwerty, Nokia E73 Mode tampak elegan dan berkelas. Difasilitasi dengan layar TFT 2.4 inci berkedalaman 16 juta warna, lebih dari cukup untuk menampilkan kualitas gambar dan warna yang nyaman di mata. Dari sisi ukuran, Nokia Qwerty ini juga terbi­lang ramping, dengan dimensi 113,8 x 58,4 x 10,2 mm dan berat 127,6 gram. Semen­tara untuk navigasi ke fitur menu tersedia optical trackpad.

Ponsel yang diklaim sebagai smartphone ’work and life solution’ ini membenamkan sejumlah fitur bisnis dan kantoran untuk membantu pengguna mengakomodir urusan kerja dalam satu perangkat. Fitur itu seperti, Microsoft Exchange ActiveSync yang mendukung layanan antarmuka untuk e-mail, kontak, kalender, dan tasks serta IBM Lotus Traveller. Selain itu, tersedia pula Ovi Files, QuickOffice, Adobe PDF Manager, dan ZIP manager untuk membantu melihat berkas kerja serta layanan peta digital dan navigasi gratis dari Ovi Maps.

Untuk sistem operasi, Nokia E73 Mode juga masih berjalan pada OS Symbian S60 dengan dukungan koneksi data komplet dan mumpuni untuk menghadirkan akses internet cepat seperti, 3G, Wi-Fi, GPRS ser­ta EDGE kelas 3.2 dengan browser WAP/ HTML. Sedang untuk transefer data an­tarperangkat lokal maupun ke PC, tersedia bluetooth v2.0 A2DP dan USB.

Fitur Hiburan
Tak melulu seputar fitur bisnis dan aplikasi kantoran, Nokia E73 Mode juga menyeim­bangkannya dengan fitur hiburan yang bisa dinikmati pengguna di sela waktu luang. Ha­dir dual kamera, kamera 5 megapiksel yang didukung fasilitas autofocus dan LED flash pada bagian belakang, ampuh digunakan untuk berfoto dan menghasilkan gambar ta­jam. Sedangkan kamera depan selain untuk foto, bisa juga untuk video call. Bagi yang ingin menggunakan modus video, ponsel ini bisa digunakan untuk merekam gambar 15 frame per second dalam format VGA.

Pengguna yang ingin menikmati hiburan audio, tersedia pula fasilitas MP3 player dan radio FM. Untuk mendengar lagu secara personal lewat headset, disediakan perang­kat 3.5 mm audio jack.

Guna menyimpan data, Nokia E73 Mode menyediakan ruang internal memori sebe­sar 250MB, sedangkan untuk arsip data berukuran besar, ponsel ini juga bisa ditambah dengan eksternal memori slot mi­croSD 4GB yang kapasitasnya dapat diper­luas lagi hingga 16GB. Ponsel yang dirilis pertengahan Juni 2010 ini, sayangnya hanya tersedia di pasar Amerika Serikat me­lalui operator T-Mobile dengan harga yang tak jauh beda dengan seri E72.

Kedua ponsel ini berstatus sebagai generasi penerus di kategorinya masing-ma­sing. Sony Ericsson Cedar adalah penerus seri Green Heart setelah sebelumnya meri­lis Sony Ericsson Hazel, Elm, dan Aspen. Nokia E73 Mode adalah kelanjutan dari Seri E yang sebelumnya menelurkan Nokia E72.

Baik Cedar maupun E73 Mode sama-sama memenuhi syarat sebagai peranti teleko­munikasi masa kini. Mulai dari internet, layan­an pesan, dan kamera yang menjadi peranti standar terkini dimiliki kedua ponsel.

Namun, secara psikologis, jika calon pembeli adalah penggiat lingkungan hidup atau penyuka kehidupan luar ruang (out­door), tak mustahil pilihan akan cenderung ke Cedar yang diberi cap ramah lingkungan. Sebaliknya, jika calon pembeli bergerak di area kerja yang cenderung mukim di perkotaan, sebut misalnya seorang peran­cang mode atau yang menekuni dunia de­sain dan condong terikat secara lebih intens dengan gambar atau grafis, pilihan tentu lebih dekat ke E73 Mode.

Tapi, jika secara emosional tak punya ikatan apa pun dengan kedua hal di atas, maka kekuatan fitur dan kebutuhan peng­gunalah yang menentukan. Sejatinya, jika merujuk fitur, harus diakui Nokia E73 Mode punya banyak keunggulan dibandingkan Sony Ericsson Cedar.

Mulai dari kekuatan warna, layar, kamera hingga memori, E73 Mode lebih unggul. Layar Mode berukuran 2.4 inci sedangan Cedar hanya 2.2 inci. Kamera Mode 5 mega­piksel sedangkan Cedar hanya 2 megapik­sel. Kekuatan warna Mode mencapai 16 juta sedangkan Cedar hanya 256 ribu. Pun soal memori di mana Mode dibekali memori internal 250MB yang jika ditambah dengan microSD bisa diekspan hingga 16GB. Seba­liknya, memori internal Cedar tak terpetakan kekuatannya. Sampai sebatas mana fasili­tas microSD bisa diekspan pada Cedar pun tak terinformasikan.

Yang boleh jadi agak mengejutkan adalah, Sony Ericsson Cedar yang digadang-gadang sebagai ponsel ramah lingkungan, dekat dengan kegiatan outdoor, ternyata tak didukung fitur GPS. Justru di tubuh Nokia E73 Mode yang tak diembel-embeli ling­kungan atau ramah lingkungan, fitur GPS ini malah tersedia. sty

2 Komentar :

dina
30 September 2010 - 11:03:07 WIB

kpn2 q belii
äÐøéL
20 November 2011 - 13:07:02 WIB

Yg di compare harganya beda jauh gak tuh?
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)