Senin, 06 September 2010 - 08:17:28 WIB
HTC Wildfire Another Desire
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Review
- Dibaca: 904 kali
ADA fenomena menarik pada sejumlah vendor besar ponsel pintar belakangan ini, yakni mereka beramai-ramai memproduksi ponsel pintar anyar berdesain fisik mirip produk eksisting yang sudah relatif populer di pasaran. Lihat saja, setelah relatif sukses dalam penjualan Xperia X10, Sony Ericsson merilis Xperia X10 Mini.
Langkah ini diikuti High Tech Computer Corporation (HTC) dengan merilis HTC Wildfire. Ada kesan HTC mengemas Wildfire sebagai versi lebih kecil dan lebih murah daripada saudara tuanya, HTC Desire (dan juga Nexus One), sebagaimana Sony Ericsson mengeluarkan X10 Mini sebagai lower version dari X10.
Dalam hal desain fisik, Wildfire jelas layak disebut replika Desire. Jika ditilik secara sekilas sosok Wildfire dan Desire dalam posisi berdampingan dan layarnya sama-sama dimatikan, sulit bagi Anda untuk menemukan perbedaan antara kedua ponsel itu. Baru setelah mengamatinya lebih lama, Anda akan mendapati bodi Wildfire terkesan lebih halus dan kokoh.
Perbedaan mencolok akan terlihat setelah Anda menyalakan kedua ponsel yang sama-sama bersistem operasi Android 2.1 ini. Kualitas gambar pada layar Wildfire jauh di bawah apa yang bisa dipamerkan Desire. Maklum, dengan ukuran 3,2 inci dan resolusi QVGA, layar sentuh Wildfire tak sangup menawarkan tingkat kepadatan piksel lebih tinggi dibanding AMOLED WVGA 3,7 inci yang disandang Desire.
Masih ada satu kelemahan lagi: layar Wildfire nyaris tak berdaya ‘melawan’ sinar matahari. Anda harus bersusah-payah mendapatkan sudut pandang yang pas agar bisa membaca atau melihat dengan jelas teks maupun gambar di layarnya saat menggunakan ponsel ini di tempat terbuka dan di bawah cuaca cerah siang hari.
Secara umum, desain layar Wildfire adalah salah satu poin di mana produsen menekan biaya produksi secara signifikan, demi memperoleh harga jual jauh lebih murah, dibanding Desire.
Untunglah, masih ada catatan positif tentang layar Wildfire, yakni layar sentuh kapasitifnya punya tingkat kepekaan prima. Di samping itu, dimensi 3,2 inci sudah lebih dari cukup untuk memungkinkan penggunanya menekan tombol-tombol sentuh dengan leluasa.
Perbedaan lainnya muncul dari prosesor yang ditanam di masing-masing ponsel. Desire ditopang Qualcomm Snapdragon QSD8250 berkecepatan 1 GHz, sedangkan Wildfire mengandalkan Qualcomm MSM 7225 berkecepatan 528 MHz. Dapat dipastikan Wildfire tak akan sanggup bereaksi secepat Desire terhadap instruksi-instruksi dari penggunanya. Memori internalnya beda pula: Wildfire bermemori 384 MB RAM dam 512 MB ROM, sedangkan Desire 576 MB RAM dan 512 MB ROM.
Status Penelepon
Dengan merilis Wildfire, HTC terkesan tak hanya mengincar khalayak berdaya beli di bawah segmen Desire. Vendor ini juga mau meraih kawula muda yang sedang gandrung bergaul via situs jejaring sosial. Itulah mengapa Wildfire disandangi fitur HTC Caller ID yang belum dipasang pada ponsel HTC berbasis Android lainnya. Teknologi caller ID dari HTC ini sanggup menampilkan status terkini penelepon di Facebook, lengkap dengan informasi tanggal lahirnya. Fitur lainnya, Friend Stream, punya kemampuan menampilkan status teman Facebook, dan Twitter pada layar yang sama.
Sebagaimana Desire, Wildfire dibekali kamera 5 megapiksel. Namun, Wildfire menawarkan fasilitas pendukung lebih lengkap, yakni autofocus, lampu kilat LED, detektor senyum, dan geo-tagging. Kamera Desire tak dilengkapi detektor senyum.
Fitur-fitur lain yang terpasang di Wildfire secara umum sama dengan yang tersedia di Desire. Ponsel ini bakal tersedia di Indonesia pada pertengahan Agustus 2010, dengan harga sekitar Rp 3,7 juta atau separuh harga Desire. ayo