Rabu, 01 September 2010 - 08:20:57 WIB
Soraya Putri Tap Farm di iPhone
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas
- Dibaca: 382 kali
Main game melalui iPhone memang mengasyikan bagi Soraya Putri. Pemeran Tiara, seorang psikiater dalam Love and Edelweiss ini menyukai aplikasi permainan dalam peranti telekomunikasi besutan Apple itu. Permainan yang ia pilih ialah pengeloaan peternakan yang dinamakan Tap Farm dan game perang benteng yang disebut Tap Defense.
"Kalau Tap Farm memberikan inspirasi bagaimana mengelola usaha peternakan dengan cara menyenangkan dan Tap Defense seru dan menegangkan," pungkas Soraya yang mengaku memilih iPhone sejak Juli 2009.
Selain fitur game, Soraya juga menggunakan fitur internet di iPhone guna mengakses Facebook. Untuk nada sambung pribadinya, dara kelahiran Bekasi 27 Juli 1987 ini memakai soundtrack filmnya sendiri Love and Edelweiss. Lagu yang dinyanyikan grup band D’Pick ini selain enak di telinganya, juga membantu promosi filmnya. Biaya telekomunikasinya juga tak terlalu besar, sekitar Rp 300 ribu.
Sebelum memakai iPhone pengguna kartu Telkomsel ini memakai BlackBerry Curve 8320 sebagai mitra telekomunikasinya. Soraya termasuk orang yang sudah memakai peranti push email ini sebelum booming. “Saat ini aku ingin lagi pakai BlackBerry. Enak kan double dengan iPhone,” katanya.
Awalnya Pengacara
Soraya kali pertama memakai ponsel sewaktu duduk di bangku SMP 1 Cikarang. Ponsel pertamanya Ericsson T10. Perempuan yang pernah ikut Mojang dan Jejaka Priangan 2004 ini dibekali ponsel oleh orangtuanya agar bisa selalu diihubungi. Fungsinya hanya untuk itu? “Nggak juga sih digunakan juga untuk pacaran. Akibatnya biaya membengkak,” cetusnya sambil tertawa,
Setelah itu ia memakai aneka macam ponsel seperti Nokia 6600, 7610, N80, dan N95. Ia pernah sekali kehilangan ponsel. “Nokia N80 aku hilang di mobil sendiri beberapa tahun lalu. Padahal, lagi jalan sama teman-teman dan aku lalai menaruhnya, ” ujarnya.
Selepas dari kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Soraya tak terjun ke dunia entertainment dahulu. Dia sempat bekerja di sebuah law firm di kawasan Jakarta Pusat. Perkara yang ditanganinya berkaitan dengan soal tanah. “Cukup menegangkan terutama kalau harus berada sendiri di kantor,” tuturnya.
Namun pekerjaan ini tak lama ditekuninya. Ia menemukan dunianya di jagat hiburan. Lepas dari Love and Edelweiss, Soraya mendapat tawaran main sinetron stripping dari sebuah rumah produksi terkemuka. Selain itu ia main sebuah film layar lebar lagi dan kalau tak ada aral melintang akan segera menjajaki dunia presenter. “Alhamdullilah jalan aku terbuka lebar,” imbuhnya. irv