Senin, 30 Agustus 2010 - 08:57:30 WIB
Happy Salma Cari Alay di Onyx
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas
- Dibaca: 459 kali
SIKAPNYA yang kurang hati-hati saat membawa barang elektroniknya membuat Happy Salma acap menuai masalah. BlackBerry Bold kesayangannya sering jatuh. Bahkan, kena air. Akibatnya, ponsel ini tak bisa dipakai. Nada panggilnya terdengar, namun saat telepon diangkat tak bisa bercakap-cakap.
Bold aku suka nge-hang. Bahkan, sering nggak bisa dinyalain. Akhirnya aku menyerah. Daripada ngebenerin lama dan ada kemungkinan ngehang lagi, akhirnya aku memilih jual alias tukar tambah. Kini aku menggunakan Onyx,” ujar gadis kelahiran Sukabumi, 4 Januari 1980 ini kepada ponsel di sebuah studio televisi swasta di bilangan Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
”Aku memang menyukai BlackBerry karena mempermudah pekerjaan. Aku dengan cepat mengecek dan mengirim email. Fitur internet penting karena aku suka mencari informasi mengenai hal yang baru, misalnya belum lama ini aku mendengar istilah alay. Aku cek ke internet ternyata itu istilah ABG yang lebay,” papar dara yang pernah bermain dalam film layar lebar Gie ini.
Seperti pemakai BlackBerry lainnya, bintang utama Hantu Aborsi ini juga kerap mengakses Facebook dan melakukan chatting lewat BlackBerry Messenger (BBM). Namun, Happy mengaku tak sampai jadi kecanduan dibuatnya. Termasuk juga di lokasi syuting ada waktu menunggu take hingga menghabiskan waktu ketika terjebak macet tak serta merta harus diisi dengan BBM dan Facebook.
Wallpaper Lukisan
Selain menggunakan fitur internet, Happy juga kerap menggunakan fitur kamera. Lulusan Diploma Trisakti Jurusan Administrasi Perusahaan juga senang mengabadikan obyek yang disukainya. Misalnya ketika ia bepergian ke Bali dan singgah di Museum Neka, Ubud matanya kepincut pada sebuah lukisan. Akhirnya ia memotret lukisan itu dan menjadikannya sebagai wallpaper di Onyx-nya.
“Lukisannya mahal banget dan aku nggak mampu beli. Aku suka karena warnanya cerah, ada birunya dan gambar bunga-bunga, yang menjadi warna favorit saya. Jadi ketika pagi-pagi saya bangun dan ingin menelepon, saya melihat gambar itu dengan semangat memulai hari dengan cerah dan optimis,” papar pemain sinetron Prahara Batavia ini.
Untuk ringtonenya Happy mengaku menyukai band-band indie. Di antaranya King of Convinience (Norwegia), ada juga Club-8 (Swedia). “Aku suka lagu-lagu mereka karena membangkitkan mood,” kata dara yang menghabiskan biaya telekomunikasi rata-rata Rp 1 juta per bulan ini.
Ponsel pertama Happy adalah Nokia Pisang. Ponsel itu hasil tabungannya ditambah subsidi orangtua waktu masih duduk di bangku SMA kelas 3 di Sukabumi. Walaupun fiturnya kalau dalam kacamata saat ini sangat sederhana, pada masa itu ia merasa sudah gaya sekali. ”Setelah itu aku masih pakai ponsel Nokia sebelum memakai BlackBerry,” tuturnya. irvan sjafari