Jumat, 27 Agustus 2010 - 08:52:22 WIB
Motorola Quench Masih Belum Sepenuhnya Memuaskan
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Review - Dibaca: 705 kali


TAK banyak ponsel pintar yang sesaat setelah diumumkan atau usai launching, langsung ditunggu kemunculannya oleh pengguna ponsel. Motorola Quench adalah satu di antaranya.

Yang pertama menjadi daya tarik adalah desainnya. Sepintas mirip i-Phone. Ukurannya lebih kecil dibanding pesaing di kelasnya, 116,8 x 60 x 12,4 mm dan berat 130 gram. Sementara layar sentuhnya berdimensi 320 x 480 dengan luas 3,1-inci. Belum lagi kemampuan multimedia yang dioperasikan dengan sentuhan jemari tangan yang sangat memu­dahkan pengguna.

Inovasi lain yang dibenamkan pada Motorola Quench adalah media playernya yang tak hanya terhubung ke internet, tapi juga ke jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan MySpace.

Yang tak kalah menarik adalah layanan musiknya. Gaya baru di­tawarkan Motorola di mana peng­guna bisa membeli, mengunduh secara langsung musik yang disukainya dari sebuah toko MP3. Yang gratisan pun disediakan, yakni terintegrasi ke aplikasi pihak ketiga seperti TuneWiki, Sound­Hound, GoTV, dan YouTube. Juga tersedia FM Radio stereo.

Setelah memuaskan peng­guna dengan jejaring sosial dan tampilan yang berkelas, Motorola Quench yang di negeri asal­nya masuk kategori high end ini dibekali kamera 5 megapiksel dan flash LED. Pemutar videonya pun bisa dengan lancar memutar video yang berasal dari YouTube. Peng­guna juga dapat membuat video sendiri melalui kamera HVGA 24fps yang built-in. Ponsel ini dilengkapi konektivitas HSDPA/CDMA, Wi-Fi, Bluetooth, GPS, juga kompas.

Rahasia Harga
Sebagai ponsel pintar Motorola Quench didukung sistem operasi android. Sensasi pun merebak. Dengan masih merahasiakan har­ganya, pengamat pasar global di Amerika Serikat melihat hal itu dikarenakan android yang dibe­namkan adalah versi 1.5, bukan versi 2.0. Maka, Motorola Quench belum menemukan harga yang tepat. Apalagi, pengguna tahu bahwa android versi 1.5 sudah ketinggalan dari android versi 2.0 yang kerjanya jauh lebih cepat.

Hal yang masih menjadi gan­jalan adalah kurang nyamannya menu-menu yang terdapat di home-screen. Menu-menu itu itu agak sulit digeser dengan jari. Reaksi layar yang terlalu cepat se­hingga bila salah sentuh akan me­nyebabkan ’nyasar’ ke akses lain.
Kekurangan lain adalah kameranya belum high digital video atau HDV, sehingga hasil gambar yang direkam tak akan terlalu tebal bah­kan bisa sangat tipis. awp

1 Komentar :

ithen
28 Agustus 2010 - 09:45:19 WIB

so dignti versi 2.2 masakalah ama samsung.
kapan masuk indonesia?
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)