Rabu, 25 Agustus 2010 - 08:06:30 WIB
Larasati Pelan-Pelan Saja dengan E63
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas - Dibaca: 331 kali


Bila Anda dapat menghubungi ponsel model asal Bandung ini, maka Anda mendengar lagu Pelan-pelan saja dari Kotak. Bagi Lalasari, selain menyukai harmoni nada dalam lagu itu, syairnya pun amat mengena di hatinya. "Syair dalam lagu itu mengingatkan saya pada pengalaman pribadi saya dalam soal cinta. Itu sebabnya lagu itu terus saya perpanjang untuk nada sambung pribadi," kata dara kelahiran Bandung, 27 November 1982 ini.

Pemegang kartu Telkomsel ini menggunakan ponsel Nokia E63 sebagai perangkat telekomunikasi pilihannya. Sebab, fitur-fitur yang ada di ponsel pabrikan Finlandia ini lebih mudah dimengerti. Selain itu, fasilitasnya juga cukup lengkap. E63 dibelinya di Bandung Elektronic Centre sejak setahun lalu. Bentuk keypadnya juga tergolong qwerty hingga tak tertinggal tren.

Warga Buah Batu, Bandung ini per­nah menggunakan BlackBerry Gemini. Namun, setelah dipakai ternyata Lala kurang suka. Ia tak terlalu nya­man menggunakan fitur-fiturnya. Hasilnya ia tak sempat mengeksplorasinya. Teman BlackBerry Mes­sengernya juga tak banyak, sekitar 40 orang. Empat bulan setelah memi­likinya, akhirnya Lala menghibahkan BB Mininya kepada sang adik yang kebetulan nggak punya ponsel.

”Saya juga pernah pakai Nokia E70. Ponsel itu pernah jatuh dan rusak, akhirnya dijual. Sesudah itu saya lebih apik menjaga ponsel,” ujar Lala kepada ponsel.

Buat Ekspresi Diri
Lala mengaku menggunakan pon­sel lebih banyak untuk menelepon dan ber-SMS. Hanya beberapa kali ia menggunakan fitur kamera, terutama untuk memotret diri sendiri. Wallpa­per di ponselnya adalah foto pribadi hasil jepretannya. ”Kapan saja kalau ingin motret, maka aku gunakan. Misalnya di mobil waktu sedang hang­out di Bandung,” katanya.

”Hanya saja untuk berteleponan saya termasuk Miss Ring-Ring untuk teman curhat. Yang ditelepon kebanyakan teman-teman sendiri. Sekalipun saya nggak ngobrol via telepon sampai malam-malam sekali. Namun memang kebiasaan ngobrol di telepon membuat pulsa sebulan saya bisa mencapai Rp 400 ribu,” pungkas alumnus sebuah sekolah kecantikan ini.
 
Lala terjun ke dunia model berangkat dari hobi difoto. Yang mengajak teman juga. Ia difo­to di Bali dan Bandung untuk keperluan bisnis butik. Menjadi fotomodel membuat dirinya bisa mengekspresikan diri. Selain menekuni dunia model, Lala juga merintis usaha di bidang kerajinan tas. ”Saya ingin jadi wanita karir,” katanya. irv 

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)