Jumat, 20 Agustus 2010 - 08:06:25 WIB
Meyda Sefira MP3 Al-Quran di W910i
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas
- Dibaca: 7045 kali
SAAT banyak aktris gandrung BlackBerry, Meyda Sefira memilih Sony Ericsson W910i. Pemeran Husna dalam Ketika Cinta Bertasbih menyukai gadget ini lantaran bentuknya yang simpel dan lucu. Suaranya juga jernih. Itu sebabnya, Meyda masih setia dengan W910i yang sudah dua tahun menemaninya.
"Kejernihan suaranya terutama untuk mendengarkan fitur musik. Tapi, saya malah jarang mendengarkan musik. Saya memilih aplikasi MP3 Al-Qur’an. Surat-surat yang jadi koleksi saya antara lain Juz Ama, Ar-Rahman, dan Al Waqi’ah. Saya mendengarkannya saat senggang atau waktu kosong,” papar Meyda ketika ditemui ponsel di kediamannya di Bandung.
Dengan sering mendengarkan Juz ama, Meyda berharap punya banyak hafalan untuk bacaan sholat. Selain itu ia kerap mendengarkan beberapa surat tertentu untuk kemudian dibacanya setiap pagi dan petang. Di laptop miliknya terdapat bacaan Al-Qur’an lengkap 30 Juz yang sewaktu-waktu bisa ditransfer ke W910i.
“Walaupun sebetulnya kakak dan adik saya suka memasukkan beberapa lagu, namun saya sendiri lebih suka baca daripada mendengarkan lagu,” kata mahasiswi Teknik Lingkungan Itenas (Institut Teknologi Nasional) Bandung ini. Meyda menampik menggunakan RBT. Namun, kalau ada telepon masuk, suara Melly Goeslaw melantunkan soundtrack Ketika Cinta Bertasbih spontan terdengar.
Selain fitur MP3 untuk mendengarkan Al-Qur’an, Meyda juga menggunakan fitur video untuk merekam adik dan keponakannya. “Saya kerap bertanya pada Mbah Google untuk mencari informasi kalau ada tugas kuliah. Saya juga menengok akun Facebook milik saya, namun nggak sering-sering banget, ” katanya.
Alarm Sahur
Kelebihan lain dari W990i bagi Meyda adalah fitur alarmnya yang bisa disetting sampai lima waktu. Misalnya setting pertama jam 02.00 WIB. Kalau tak terbangun alarm berikutnya berbunyi jam 02.30 WIB. Begitu seterusnya. “Waktu tunggunya bisa kita atur juga berbunyi setiap 10 menit, sehingga saya nggak pernah terlambat sahur,” ungkap Meyda.
Waktu promo film layar lebar Ketika Cinta Bertasbih Ramadhan tahun lalu, Meyda melewatkan sahur tidak dengan orangtuanya. Itu sebabnya waktu sahur di luar bandung, ia menghubungi orangtuanya. “Sekalian juga membangunkan orangtua kalau saya bangun duluan,” tuturnya.
Namun, di luar Ramadhan Meyda memilih tak menelepon dini hari karena kasihan kepada orangtuanya. Sekalipun ia ingin memberitahu sudah selesai syuting sinetron Ketika Cinta Bertasbih yang berlokasi di daerah Ciawi, Jawa Barat (yang sedang berlangsung) jam 02.00 WIB. Biasanya ia lebih memilih mengirim SMS sekadar memberi tahu.
“Kalau menelepon orangtua biasanya paling malam jam 22.00,” tambah gadis yang mengaku sering melakukan browsing di internet mengenai ibadah apa yang dilakukan jelang dan selama Ramadhan. irvan sjafari