Jumat, 13 Agustus 2010 - 14:34:36 WIB
Tika Bravani Agar Nggak Mati Gaya
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas - Dibaca: 941 kali


Alangkah autisnya Tika Bravani. Kalau sedang asyik main BlackBerry Messenger ia nyaris lupa pada sekelilingnya. Itu kata teman-teman karibnya. Pemeran Pipit dalam film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) sejak mempunyai BlackBerry Bold tenggelam dalam dunia BBM hampir di setiap tempat, termasuk lokasi syuting. Menurut dara kelahiran Den­pasar, 17 Februari 1990 ini, perangkat telekomunikasi push email ini memang usefull.

"Saya suka BBM karena satu komunitas yang saya ikuti punya BlackBerry jadi lebih enak ngobrolnya, lebih nyaman komunikasinya. Waktu saya ikut Abang None Jakarta ternyata banyak yang pakai di antara peserta. Bahkan, yang nularin saya juga seorang Abang Jakarta. Teman sekampus saya banyak juga yang menggunakannya. Saya juga dapat tawaran main film berkat adanya Bold ini. Tampaknya orang malas pakai SMS kasih informasi, ya?” pungkas ma­hasiswi jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi UI ini ke­pada ponsel beberapa waktu lalu.

Bukan hanya untuk relasi antarkawan tapi juga menunjang studinya. Di kampus, sejumlah dosen suka memberikan tugas melalui email. Jadi Tika ting­gal membukanya di BlackBerry sekalipun dia ada di lokasi syuting atau tugas Abang dan None Jakarta.

”Boleh dibilang tanpa BlackBerry bisa mati gaya. Aku juga bisa dapat informasi up to date melalui twit­ter, misalnya kejadian kerusuhan di Koja aku cepat dapat infonya. Komen-komen orang soal film aku juga ada di Twitter,” kata pemilik nama lengkap Tika Ratu Bravani ini yang mengaku hanya menghabiskan Rp 300 ribuan untuk biaya telekomunikasinya.

Silikon Pink
Untuk melindungi bodi BlackBerrynya Tika me­milih sarung silikon berwarna merah muda. Rupanya orang yang dekat dengannya merasa Tika terlalu tomboy dan perlu diberi sentuhan feminin. Tadinya warna pilihannya abu-abu, putih, hitam, dan biru tua yang semuanya warna laki-laki. ”Memang dibeliin yang pink ini biar jadi cewek sedikit,” kata Tika.

Aneka ragam ponsel sudah pernah dimiliki Tika. Ponsel pertamanya Motorola yang masih ada antenanya sewak­tu masih SD. Pada waktu itu masih ja­rang orang yang pakai ponsel. ”Kayak culun aja berat dibawanya. Bawa ke sekolah buat iseng saja. Aku juga per­nah punya Nokia 6600 waktu duduk di bangku SMA dan hilang. Itu paling menyedihkan karena banyak kontak number di phonebook dan SMS-SMS yang manis dari pacar,” tuturnya.

Penampilannya yang cenderung tomboy memang membawa berkah. Pemenang Abnon Jakarta Barat 2009 ini diusulkan Senandung Nacita (pu­tri Deddy Mizwar yang juga abnon) untuk jadi pemeran Pipit. ”Pokoknya kasting di tempat bokap gue. Tokoh Pipit itu mirip ama loe, tomboinya. Karakter cewek yang jalannya ngang­kang, makannya seenaknya memang pernah aku jalani sebelum jadi None Jakarta. Juga cara ketawanya yang seenaknya. Sepupu-sepupu aku sam­pai bilang itu Tika banget!” paparnya.

Menurut Tika yang paling sulit adalah hari-hari pertama karena masih grogi baru pertama masih film. Adegan me­narik menurutnya adalah mengajarkan anak-anak yang berprofesi sebagai copet. Mereka tampil lucu sekali. Se­bagian besar anak-anak yang berperan dalam Alangkah Lucunya (Negeri Ini) benar-benar anak jalanan. ”Mereka ternyata menyenangkan dan terbuka menceritakan kehidupannya,” kata ga­dis berdarah Minang ini. irv

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)