Senin, 09 Agustus 2010 - 09:20:43 WIB
HTC Legend Lebih Dinamis & Kaya Warna
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Review
- Dibaca: 636 kali
PABRIKAN Taiwan High Tech Computer (HTC) yang juga acap membuatkan ponsel bagi vendor dan operator besar seperti T-Mobile, Cingular, Sony Ericsson, dan Google ini menghadirkan HTC Legend.
Dibanding HTC Hero, Legend berbobot lebih enteng dan ramping. Ditopang prosesor yang lebih kencang (600 MHz), memori RAM lebih luas (384 MB), dan sistem operasi lebih mutakhir. Hero mengandalkan OS Android versi 1.5 (Cupcake), Legend sudah ditanami versi teranyar Android v2.1 (Éclair).
Ponsel yang dilego sekitar Rp 5,75 juta ini hadir dengan bodi aluminium tanpa sambungan. Tampaknya ini salah satu upaya HTC merebut perhatian komunitas pengguna ponsel pintar di dunia, menyusul tren menguatnya minat konsumen pada laptop berbodi aluminium.
Ada lapisan Teflon pada bodi Hero yang berwarna, untuk mencegah jejak sidik jari dan kotoran menempel pada permukaannya. Bodi Legend tak punya lapisan itu, tapi karakteristik aluminium cukup mencegah jejak sidik jari.
Sebagaimana Hero, Legend hadir dengan layar sentuh 3,2 inci HVGA (320 x 480 piksel). Bedanya, Legend berlayar sentuh AMOLED, Hero hanya TFT. Di samping itu, layar Legend berkedalaman hingga 16 juta warna, berbeda jauh dibanding layar Hero yang hanya 65 ribu. Bila keduanya diletakkan berdampingan, perbedaannya amat mencolok.
Layar Hero tampak lebih cerah, tapi layar Legend mempertontonkan warna-warna lebih solid. Inilah yang terjadi bila layar AMOLED dibandingkan dengan TFT. Di bawah sinar matahari, Anda bisa melihat tampilan lebih jelas pada layar AMOLED.
Hero adalah pionir penggunaan aplikasi antarmuka HTC Sense. Sebagai ‘adik kandung’ Hero, Legend juga menyandang Sense. Tapi, Sense pada Legend telah melalui proses penyempurnaan sehingga antara lain menghasilkan tampilan ikon dan wallpaper baru. Tak soal apakah Anda memakai People, Mail, Music atau Gallery Tabs, ikon-ikon yang bisa di-scroll di bagian bawah layar akan memanjakan Anda dengan warna skin baru.
Phonebook Gemuk
Legend menyediakan Phonebook yang powerful, dengan lima tabel di dalamnya. Tabel pertama untuk menyimpan nama dan nomor kontak, plus foto, alamat email, dan beberapa informasi lain. Tabel berikutnya untuk menyimpan pesan SMS masuk dari kontak. Ini tentu bermanfaat jika Anda perlu menyimpan pesan SMS penting dari kontak. Namun untuk itu Anda mesti lebih dulu mengunduh aplikasi Messages.
Tabel ketiga berisi daftar email dalam komunikasi antara Anda dengan kontak. Dua tabel berikutnya membuat Legend (atau ponsel lain yang menggunakan antarmuka pengguna Sense) memberi dukungan ekstra untuk kenyamanan berkomunikasi via jejaring sosial. Satu tabel pertama menyimpan update kontak Facebook, dan satu lagi untuk menyerap album yang dibuat kontak pada Flickr dan Facebook.
Pemutar musiknya sama dengan yang terdapat di Hero. View untuk music library standarnya adalah Artists section, tapi pengguna bisa dengan mudah melakukan switch ke tabel lainnya, antara lain Albums, All Songs, Playlists, Genres, Composers,dan Purchased.
Kamera 5 megapiksel pada Legend dilengkapi LED flash. Sayang,lensanya tak dilengkapi penutup (lens cover), sehingga pengguna harus ekstra hati-hati agar lensa tak tergores. Tak ada fasilitas kamera untuk videocalling. Maklum, videocalling memang belum tersentuh oleh platform Android.
Yang pasti, Legend menawarkan cukup banyak ’hal baru’ untuk memikat komunitas pengguna ponsel pintar. Keberadaan Android v2.1 sebagai sistem operasinya pun memungkinkan pengguna memanfaatkan aplikasi-aplikasi teranyar yang dapat diunduh secara gratis dari Android Market.
Daya tahan baterainya? Dengan baterai standar 1300 mAh, HTC mengklaim Legend bisa siaga selama 440 jam, atau untuk tujuh jam bicara nonstop pada jaringan 2G. Jika Anda memakainya pada jalur 3G, daya baterainya secara teori cukup untuk 560 jam siaga, tapi hanya 6 jam 10 menit untuk bicara. Kenyataannya, cuma tahan dua hari dalam kondisi pemakaian relatif normal. Termasuk untuk bicara 20 menit di koneksi 3G, satu jam berselancar melalui Wi-Fi, dan dua jam mengoperasikan beberapa aplikasi lain (yang kebanyakan memerlukan Wi-Fi untuk akses internet) per hari. ayo