Senin, 02 Agustus 2010 - 17:00:24 WIB
Jenny Cortez : Tanpa BlackBerry Hidup Terasa Hampa
Diposting oleh : Iksan
Kategori: Selebritas - Dibaca: 510 kali


Demikian tulis Jenny Cortez di Face­book miliknya pada 18 Maret. Salah seorang bintang Air Terjun Pengantin ini memanfaatkan semua akun jejaring sosialnya untuk berkomunikasi bukan saja dengan teman-temannya, tapi juga dengan fansnya. Bahkan, ia secara terbuka menjawab apa pun pertanyaan yang ditujukan kepadanya, sekalipun itu menyangkut gosip miring.

Berbekal dua perangkat BlackBerry, seri Onyx dan Javelin, dara kelahiran Jakarta 8 Oktober 1987 ini mampu menjalin hubungan baik dengan teman-teman, manaje­men, rumah produksi hingga fansnya. Seri Onyx digunakan untuk kepentingan pribadi dengan 122 teman ber-BlackBerry Mes­senger dan Javelin untuk keperluan kerja. Begitu pentingnya ponsel, Jenny sampai menganggarkan setiap ponsel Rp 1 juta.

“Aku juga menggunakan voice note un­tuk komunikasi, termasuk juga urusan gosip. Fitur ini setahu aku nggak ada di ponsel lain,” ujar Jenny kepada ponsel di kantor manajemennya beberapa waktu lalu.

Selain fitur internet, Jenny juga meng­gunakan fitur kamera untuk mengabadikan kegiatan dan teman-temannya di mana pun ia berada. Namun, untuk fitur kamera, dara berdarah Jawa-Sulawesi ini lebih me­nyukai Javelin daripada Onyx. Kalau Javelin punya keunggulan di kamera.

“Kalau Onyx saat digunakan di Twitter bisa langsung ganti profile. Kalau Javelin nggak bisa karena harus lewat laptop,” kata Jenny.
Dari Ponsel Macho

Ratu Menangis. Demikian lagu pilihannya untuk nada sambung pribadi. Bukan saja karena Jenny menjadi model video klip dari Band Avu asal Ternate itu, tapi kebetulan lirik lagu ini kena di hatinya. “Sekalipun itu lagu Melayu tapi kok pas dengan kepriba­dian aku,” cetus gadis yang menggunakan fotonya bersama bintang Air Terjun Pengantin pada waktu premiere sebagai wall­paper ponselnya.

Jenny kali pertama kenal ponsel sewaktu SMP kelas dua. Tak tanggung-tanggung ponsel pertamanya Nokia N-Gadge. Se­buah ponsel yang citranya lebih pas untuk para lelaki. “Orang banyak yang nggak tahu aslinya aku tomboy. Makanya aku senang punya ponsel macho seperti N-Gadge itu. Sementara di film aku banyak dapat karakter feminim,” tutur dara yang pernah main sinteron M Club ini.

Sayangnya, ponsel N-Gadge ini hilang. Kemudian beli N-Gadge dan hilang lagi. Salah satu di antaranya hilang pas waktu ujian ketika masih duduk di sebuah SMK di Jakarta. Akhirnya ia beli ponsel lain, yaitu Sony Ericsson. Namun, ia tetap saja ke­hilangan ponsel lain. Yang terakhir seri LG.

“Aku memang suka lupa naruh ponsel. Namun, sewaktu pegang BlackBerry sudah nggak lagi. Mungkin karena pegang terus untuk BBM. Jadi, memang, tanpa BlackBerry hidup terasa hampa,” imbuhnya lagi. irv

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)